Penggunaan ECU Racing Membuat Motor Lebih Kencang


Penggunaan ECU Racing Membuat Motor Lebih Kencang – Betul atau tidak kalau penggunaan CDI atau ECU racing di motor bisa bikin mesin lebih irit bensin? ECU racing atau ECU aftermarket yang full adjustable saat ini jadi pilihan buat mereka yang ingin upgrade performa motor injeksi. Mengganti injektor dan ECU memang merupakan cara yang sangat aman di bandingkan dengan cara bore up karena merubah konstruksi mesin yang digunakan masih mengikuti standar pabrik.

Dengan menggunakan ECU racing yang menjadi otak dari motor tenaga atau power motor bisa terdongkrak tanpa harus melakukan penggantian part racing di mesin kalian. Makanya, enggak situs judi slot terbaik dan terpercaya no 1 heran kalau  penggunaan CDI atau ECU racing bisa membuat mesin lebih irit. Namun, ada juga yang masih ingin menaikan tenaga motornya agar lebih besar dan kencang lagi. Di motor karburator, CDI yang menjadi otak pengapian, dan di motor injeksi, ECU yang mengatur banyak aktifitas di mesin.

Pemilik motor tentunya ada yang sudah puas dengan spesifikasi standard bawaan pabrikan. Umumnya, usaha untuk menaikan tenaga bisa dengan mengganti beberapa komponen, seperti knalpot, busi, hingga filter udara racing. Selain itu, pada motor bermesin injeksi, bisa juga mengganti otak dari motor tersebut, yakni ECU (Electronic Control Unit) agar performa motor lebih meningkat.

Mengatur RPM Motor

“ECU BRT Juken 3 limiter rpm-nya bisa diset mulai 5.000 rpm-20.000 rpm,” jelas Tomy Huang, bos BRT-Bintang Racing Team. Jika kalian belum memahami nya. Begini logika kerjanya. Kecepatan motor tergantung putaran mesin. Peningkatan power dan torsi terjadi karena proses pembakaran di mesin lebih sempurna. Semakin tinggi rpm, semakin tinggi juga kecepatan yang diraih.

Piggyback

Peran utama dari piggyback adalah sebagai alat penipu. Jadi piggyback merupakan alat tambahan sehingga tetap memerlukan ECU standar bawaan motor. Cara kerja manipulator ini ada dua. Pertama menipu info dari sensor yang masuk ke ECU, seperti yang diterapkan pada Open Looper. Kedua dengan cara menipu perintah ECU yang menuju injektor seperti Fuel Control Speed Sparks, Equteche dan lainnya.

Mapping

Sebab, ada perubahan pada mapping pengapian yang bisa meningkatkan power dan torsi mesin. Ini menjadi efek dari pemakaian CDI atau ECU racing yang memungkinkan mekanik mengatur ulang timing pengapian.Dengan torsi dan power yang lebih besar, otomatis konsumsi bahan bakar menjadi lebih besar. Sama seperti penggunaan kem racing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Post